Salah Kaprah Menasehati Seseorang Difacebook

Salah Kaprah Menasehati Seseorang Difacebook

Sudah sewajarnya kita saling menasehati, sudah sewajarnya kita saling mengingati. Tak jarang juga difacebook kita saling menasehati dan mengingati kepada teman teman. Tentu ini bentuk kepedulian dan kasih sayang, apalagi sosialisasi orang kita cukup tinggi.

Difacebook cukup sering terjadi perdebatan ketika seseorang menulis hal yang tidak enak dibaca bagi yang merasa, apalagi hal tersebut menyinggung posisi dan kedudukan seseorang atau mungkin hal hal khusus. Tak jarang seseorang mengatakan sipembuat status ada pemecah belah dan maunya menang sendiri padahal sipembuat status tidak ada niat memecah belah.

Suatu perbedaan pendapat itu pasti sering terjadi tak kala kita niat menulis hal baik saja sering dicemooh, seperti halnya saat kita mengupdate status seputar rokok, dampak rokok, rokok itu buruk. sering sekali kita jadi bulan bulanan perokok dan di cemooh abis abisan. Dan saya rasa ini bukan yang asing lagi ketika kita update tentang hal ini.

Sebenarnya topik bahasan bukan membahas rokok, itu hanya contoh saja. Topik yang ingin saya ambil cukup luas yaitu mencakung perdebatan difacebook yang selalu menyalahkan sipembuat status dengan kalimat mau menang sendiri. Topik ini bisa seputar agama, politik, pekerjaan, atau lainnya tergantu kita saja menghubungkannya kemana

Tak kala seseorang membuat status tentang nasehat atau mengungkapkan pendapatnya soal suatu kebiasaan yang dijalankan suatu kelompok, maka kelompok yang merasa akan marah. Padahal sipembuat status memberik bukti bukti yang cukup kuat bahwa yang dilakukan kelompok itu salah dan sipembuat status jelas tidak menyudutkan kelompok tersebut. Namun apa yang terjadi sering kali sipembuat status dikatakan maunya menang sendiri, dikatakan tukang debat, dikatakan lagi memaksakan pendapat sendiri, hal ini si pembuat status dihujani banyak komentar difacebook.

Mungkin kalian akan berpikiran yang sama, namun ketahuilah yang memaksakan pendapat, yang tukang debat, yang mau menang sendiri justru yang berkomentar. Logikanya, jika tidak ada yang berkomentar apakah bisa terjadi perdebatan ? Jika tidak ada yang berkomentar mungkinkah pembuat status keras mempertahankan pendapatnya, jika tidak ada yang berkomentar mungkinkah si pembuat status merasa dia paling benar.
Dan secara tidak langsung yang berkomentar juga merasa paling benar sendiri, yang berkomentar juga memaksakan kehendaknya untuk diikuti sipembuat status, yang berkomentar juga suka berdebat. Benarkan!!!

Saya tak berusaha membela pembuat status karena terkadang pembuat status juga bisa salah, namun kadang benar juga namun ke egoisan biasa terjadi pada kita yang merasa koment kita tidak diterima, kadang juga kita terpojok dan kalah beragumen dengan sipembuat status yang tentunya kata kata ampuh terakhir adalah 3 hal yang sebelumnya saya sebutkan.

Semoga hal ini menjadi nasehat untuk kita semua untuk lebh banyak berkaca diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *